31 August 2012

Kancing, Si Kecil yang Unik



DEWASA ini, kancing baju dibuat dari bahan plastik atau logam. Zaman dahulu orang memakai kancing yang terbuat dari kerang, beling, kulit, mutiara bahkan dari emas seperti yang pernah dilakukan oleh orang Yunani. Dahulu kancing dipasang hanya sebagai penghias, belum berfungsi sebagai pengikat. Kancing tertua ditemukan di situs arkeologi Kebudayaan Lembah Indus di Mohenjo-Daro, terbuat dari cangkang kerang bergelombang berusia sekitar 5.000 tahun. Kancing dan rumah kancing yang berfungsi untuk mengancing serta menutup pakaian, pertama kali dikenal di Jerman pada abad ke-13. Setelah itu, pemakaian kancing meluas seiring dengan kepopuleran busana yang pas badan pada abad ke-13 dan ke-14 di Eropa. Di abad ke-17, pakaian berkancing hanya dimiliki oleh kaum tingkat atas. Saat itu pria terbiasa memakai baju sendiri. sedangkan wanita memiliki pelayan wanita untuk membantu mereka berpakaian. Kancing yang dipasang di sisi kiri belahan baju wanita memudahkan pelayan wanita sewaktu mengancingkan baju tuan mereka. Pada jas, kita akan menemukan kancing yang dipasang berderet pada bagian pergelangan lengan. Kancing pada bagian tersebut tidak ada gunanya selain sebagai hiasan. Ada sejarah unik tentang kancing pada bagian pergelangan lengan ini. Sekitar tahun 1700-an, Prusia diperintah oleh Raja Friderich Agung, yang dikenal disiplin dan pembersih. Ia penah dibuat kesal oleh para tentaranya, saat dia menemukan lengan seragam tentaranya sangat kotor dan lebih dekil dari bagian manapun. Selidik punya selidik,  ternyata para tentaranya sering memfungsikan ujung lengan bajunya sebagai “lap” penyeka keringat muka. Akhirnya Raja memerintahkan orang-orang untuk memasang kancing di ujung lengan tersebut. Para prajurit yang masih “bandel” ingin menyeka keringat dengan ujung bajunya akan mendapatkan wajah yang merah-merah akibat lecet-lecet karena beradu dengan kancing. (dedi)***

No comments: