31 August 2012

Kalkulator, Si Pintar Menghitung

KALKULATOR adalah suatu alat berukuran relatif kecil, namun memiliki manfaat yang sangat besar dalam melakukan perhitungan, baik perhitungan biasa, perhitungan akuntansi maupun perhitungan statistik. Bagaimana sejarah panjang terciptanya kalkulator? Sekitar 5000 tahun yang lalu, sebuah alat hitung tradisional dan kalkulator mekanik, Abacus, muncul di Asia kecil. Era itu dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. Abacus memungkin¬kan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji-bijian geser yang diatur pada sebuah rak. Kemunculan pensil dan kertas membuat Abacus kehilangan popularitasnya. Tahun  1642, Blaise Pascal menemu¬kan kalkulator roda numerik untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak. Alat yang dinamakan Pas¬caline ini menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Gottfred Wilhem von Leibniz memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan pada tahun 1694. Alat ini pun bekerja menggunakan roda gerigi. Pada tahun 1820, Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar, penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Alat yang dinamakan arithometer ini  mulai popular pada masa itu. Kemampuan dan kepraktisannya membuat aritho¬meter banyak digunakan hingga masa Perang Dunia I. Pada 1892 William Burroughs,  memperkenalkan sebuah kalkulator pencetak yang cukup sukses meskipun bertenaga tangan. Tahun 1931, Vannevar Bush membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1935, seorang insinyur konstruksi berkebangsaan Jerman bernama Konrad Zuse membangun sebuah kalkulator mekanik untuk menangani perhi¬tungan matematik yang ada di profesinya. Setelah  keberhasilannya, Zuse memulai pembangunan pada peralatan elektronik terprogram yang ia selesaikan pada tahun 1938. (dedi)***

No comments: