11 September 2012

Meja Kerja Cerminan Kepribadian


Ingin tahu seperti apa kepribadian rekan kerja? Tengoklah ke ruang kerja atau meja mereka. Keadaan yang Anda temui di sana akan menggambarkan diri mereka.

Profesor asal Universitas Texas, Sam Gosling, penulis 'Snoop: What Your Stuffs Says About You' mengatakan, "Akurat atau tidak, ruang atau meja kerja membentuk kesan terhadap diri Anda," ujarnya seperti dikutip dari Shine.

Segala sesuatu di meja bisa menjadi penentu siapa diri Anda, mulai dari permen karet, foto, cangkir kopi, hingga sepatu. Berikut beberapa hal di atas meja yang membocorkan pribadi pemiliknya.

Quote:
Foto pribadi
Sebuah papan buletin yang penuh tempelan foto menunjukkan seorang yang sangat terikat dengan kenangan mereka di masa lalu, atau orang-orang yang ada dalam foto.

Sepatu
Sepasang sepatu yang ada di bawah meja bisa berarti Anda termotivasi dan khawatir tentang kesejahteraan. Sepatu flat hitam menunjukkan bahwa Anda adalah seorang yang diam-diam lebih menyukai gaya santai.

Potongan tiket
Potongan tiket konser musik atau pertandingan olahraga menunjukkan kehidupan sosial yang sehat. Namun hati-hati, dalam keadaan tertentu, koleksi tiket di dinding juga menunjukkan seorang yang sangat suka berkencan atau tipe cassanova.

Cangkir kopi

Cangkir berukuran kecil memberi kesan Anda seorang yang cerdas dan terjadwal. Sementara mug besar dari bahan stainless menunjukkan pribadi yang senang tenggat waktu sekaligus orang terakhir yang bisa bersantai.

Oleh-oleh wisata
Peta perjalanan, atau buah tangan dari perjalanan liburan memberitahu bahwa Anda seorang yang berpikiran terbuka.

Simbol agama

Waspadalah bila ingin menunjukkan status keagamaan. Sebagian orang akan langsung mengasingkan seseorang yang memajang simbol keagamaan. Hal yang sama juga berlaku pada simbol politik. Lebih aman bila membuat ruang kerja seperti meja makan alias ideologi bebas.

Kotak tisu
Kehadiran benda satu ini jarang mendapat perhatian kecuali saat seseorang pilek atau sedang menangis. Dan, umumnya orang dengan tisu selalu tersedia sangat perhatian akan kebersihan.




sumber :http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=10419543

31 August 2012

Pola Makan Pengaruhi DNA

STUDI genetik terbaru dari dua ilmuwan terpisah mengindikasikan, pola makan dan diet seorang manusia dewasa dapat memicu epigenetika, yakni perubahan lingkungan asam deoksiribonukleat (DNA). Studi mereka ini juga menjawab mengapa bisa terjadi risiko sejumlah penyakit keturunan seperti obesitas dan diabetes. Torsten Plösch dari University of Groningen, Belanda, salah satu dari ilmuwan yang mengerjakan studi mengatakan, pola makan menjadi faktor yang menyebabkan perubahan pada semua sel, termasuk sel sperma dan sel telur. "Sifatnya genetis, perubahan dapat diteruskan kepada keturunannya," lanjut Plösch. Dikutip dari Live Science, hal ini juga berangkat dari gagasan sederhana contohnya melihat kasus anak-anak yang lahir dalam masa akhir Perang Dunia II di saat Belanda tengah dilanda kelaparan. Umumnya kemudian dalam hidupnya memiliki tingkat kerentanan menderita berbagai penyakit seperti gangguan glukosa dan penyakit kardiovaskular. Sedangkan pada studi kedua, dipimpin oleh Ram B. Singh dari TsimTsoum Institute di Krakow, Polandia, dikaji mengenai zat-zat gizi yang mempengaruhi kromatin. Kromatin adalah benang-benang halus terdiri dari asam DNA, protein histon, dan protein non histon yang ditemukan pada inti sel, dan merupakan kompleks tempat DNA beroperasi. Singh meyakini hanya tinggal menunggu waktu hingga bukti-bukti baru menguatkan tentang kebiasaan makan memengaruhi generasi keturunan berikutnya. Studi tersebut diterbitkan dalam Canadian Journal of Physiology and Pharmocology edisi Juli 2012. Kedua tim ini mengatakan, perkembangan sel di fase awal cenderung bisa terjadi epigenetika, dan ini sangat dipengaruhi oleh pola makan. "Pola makan sehari-hari orang tua, kakek, dan kakek buyut berpengaruh terhadap genetika kita. Begitu pula pola makan kita akan mempengaruhi kondisi genetika dari anak-cucu kita nanti," tegas Plösch. Meski demikian, pertanyaan yang masih belum terpecahkan dari penelitian yaitu bagaimana informasi genetik tersebut dapat diingat. Ini sulit dipahami sebab berbeda dengan mutasi gen, input epigenetika pada lingkungan DNA seharusnya ikut terhapus ketika terbentuk embrio baru. (dedi)***

Sempoa, Kalkulator Pertama di Dunia

SEBAGAI alat hitung tradisional dan sebuah penemuan penting pada masa Tiongkok Kuno, sempoa digunakan secara luas sebelum penemuan angka-angka Arab di dunia. Dalam bahasa Inggris, sempoa dikenal dengan nama abacus. Penggunaan kata abacus sudah dimulai sejak tahun 1387, meminjam kata dalam bahasa Latin abakos yang berasal dari kata abax yang dalam bahasa Yunani berarti "tabel perhitungan." Sebelum penemuan sempoa, orang-orang zaman dulu menggunakan tongkat kayu kecil. Seiring dengan peningkatan jumlah perhitungan, penggunaan tongkat kayu kecil gagal memenuhi tuntutan tersebut. karena itu, orang menemukan kalkulator pertama, yaitu sempoa. Asal-usul sempoa dapat ditelusuri kembali pada 600 SM di periode Musim Semi dan Gugur. Penemu merangkaikan 10 manik-manik dalam satu kelompok dan dimasukkan ke dalam batang yang kemudian dibingkai. Perhitungan dapat dilakukan dengan menggerakkan manik-manik tersebut. Sempoa berbentuk persegi panjang dengan bingkai kayu. Dalam bingkai, terdapat batang manik-manik. Balok di tengah-tengah bingkai membagi setiap batang menjadi dua bagian. Manik-manik di bagian atas melambangkan 5, dan sisanya di bagian bawah melambangkan satu. Dalam penerapan sempoa, orang-orang membuat banyak tips perhitungan untuk membantu mempercepat perhitungan. Jenis metode perhitungan menggunakan sempoa disebut perhitungan sempoa. Oleh Dinasti Ming, perhitungan sempoa ini tidak hanya diterapkan untuk operasi penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, tetapi juga untuk mengukur luas tanah, bentuk dan ukuran dari berbagai objek. Karena pembuatan sempoa sederhana, harganya murah dan cara perhitungannya mudah diingat dan dilakukan, sempoa digunakan secara luas di Tiongkok. Hal  ini membuat sempoa menyebar ke Jepang, Korea, Amerika Serikat dan Asia Tenggara, dan negara-negara lainnya. Bahkan dalam penggunaan umum kalkulator elektronik modern, sempoa masih digunakan dalam penjumlahan dan pengurangan demi kenyamanan. Disebutkan pula bahwa sempoa sudah dianggap sebagai nenek moyang dari komputer. Dengan kata lain kalkulator, Play Station ,PC, Laptop, HP tidak akan pernah ada jika abaskus/sempoa tidak pernah ditemukan. (dedi)***

Debat pendapat penemuan Baterai

BATERAI adalah alat listrik-kimiawi yang menyimpan energi dan mengeluarkan tenaganya dalam bentuk listrik. Sebuah baterai biasanya terdiri dari tiga komponen penting, yaitu batang karbon sebagai anoda (kutub positif baterai), seng (Zn) sebagai katoda (kutub negatif baterai), dan pasta sebagai elektrolit (penghantar). Peristiwa penemuan baterai sangat menarik, bukan saja karena penemuan baterai ini penting, tetapi juga karena menimbulkan perdebatan antara dua ilmuwan besar, yakni Alessandro Volta dan Luigi Galvani, yang pada akhirnya melibatkan banyak ilmuwan dunia lainnya. Bermula pada tahun 1780, Luigi Galvani, seorang profesor anatomi dan fisiologi dari Universitas Bologna melakukan serangkaian eksperimen selama 11 tahun mengenai penegangan otot kaki katak melalui listrik yang dihasilkan mesin listrik statis. Galvani menemukan bahwa penegangan otot kaki katak tersebut dapat ditimbulkan dengan cara lain, yaitu ketika sebuah kait kuningan ditekankan ke urat saraf tulang belakang katak dan kemudian digantungkan ke rel besi yang juga menyentuh katak, otot kaki kembali menegang. Alessandro Volta, seorang fisikawan Italia merasa skeptis akan pekerjaan Galvani. Meski Volta segera melanjutkan dan mengembangkan penelitian tersebut, Volta masih ragu mengenai gagasan Galvani tentang listrik hewan. Volta percaya bahwa sumber listrik bukan berasal dari saraf hewan, tetapi pada kontak antara kedua logam. Volta berpikir pernyataan Galvani hanya dapat dibantah dengan mengganti kaki katak yang sensitif dengan bahan anorganik. Untuk menguatkan pandangan Volta bahwa kontak antara dua logamlah yang menyebabkan otot katak menegang, Volta harus menghubungkan kedua logam yang tidak sama dalam sebuah elektroskop dan mengamati pemisahan keping-keping yang menunjukkan beda potensial. Sukses inilah yang akhirnya mempertahankan teori Volta. Kemudian, Volta berhasil menciptakan Baterai Volta (Voltac Pile). Atas jasanya, satuan beda potensial listrik dinamakan volt. (dedi)***

Parasut awalnya berbentuk seperti payung

KATA parasut berasal dari bahasa Perancis, "para" (melindungi) dan "chute" (jatuh), sehingga parasut berarti "perlindungan waktu jatuh". Bagaimana awal mula parasut?  Pada abad ke-15, Leonardo Da Vinci pernah membuat parasut ber¬bentuk segitiga. Karena rancangannya itulah Leonardo bisa dianggap sebagai salah satu pionir dalam rancangan konsep parasut. Satu abad setelah Leonardo Da Vinci merancang konsep parasut, seorang Italia, Fausto Veranzio, merancang parasut yang berbeda dari konsep yang dibuat oleh Leonardo. Dia membuat parasut berbentuk segi empat. Pengembangan parasut berikutnya dilakukan Andre Jacques Garnerin dari Perancis. Dia berhasil menyelesaikan rancangannya pada tahun 1797. Sebuah parasut berbentuk bundar dengan diameter 23 kaki. Parasut Garnerin ini masih dilengkapi dengan kerangka sehingga bentuknya masih mirip payung. Pada 22 Oktober 1797 Garnerin menguji coba parasutnya dengan terjun dari sebuah balon udara yang melayang pada ketinggian 975 meter di atas kota Paris. Meski parasut tersebut gagal mengendalikan hempasan aerodinamik udara yang membuat peluncuran Garnerin sempat tidak terkendali, dia berhasil mendarat dengan selamat. Keberhasilan itu membuat Garnerin menjadi manusia pertama yang berhasil menggunakan parasut dengan melakukan lompatan dari sebuah benda terbang yang melayang di angkasa. Orang pertama yang berhasil membuat parasut tanpa kerangka yang dikenal sebagai parasut lemas (Limp Parachute) adalah Tom Baldwin dari Amerika pada tahun 1897. Tahun 1919, Leslie Irvin berhasil membuat parasut yang dapat dikendalikan. Sekarang, terjun payung menjadi salah satu cabang olahraga sekaligus sarana rekreasi. Terjun payung terus menyebar keseluruh dunia dan menjadi hobi yang sangat menantang. Parasut pun dikembangkan dengan spesifikasi dan fungsi yang makin canggih. (dedi)***

Gigi Hiu Mengandung Fluorida

PENELITIAN lebih lanjut mengenai gigi hiu menghadirkan penemuan bahwa gigi ikan tersebut mengandung fluorida. Zat ini terdapat di kebanyakan pasta gigi dan obat kumur untuk manusia. Bagi hiu, fluorida berguna untuk ketahanan gigi untuk merobek dan memotong mangsa. Selain itu, zat ini memungkinkan hiu terhindar dari gigi berlubang, demikian hasil kesimpulan di Journal of Structural Biology. Secara detail dijelaskan oleh salah satu penulis dalam jurnal ini, Matthias Epple, gigi hiu mengandung mineral fluoroapatit (fluorinated calcium phosphate). "Agar membuat gigi tahan dengan asam, pasta gigi sering kali me¬ngandung fluorida," kata Epple yang juga profesor University of Duisburg-Essen. "Sesudah menggosok gigi, hidroksida digantikan oleh fluorida di gigi manusia, hanya dalam jumlah kecil, sekitar satu persen." Kebalikannya, tambah Epple, gigi hiu mengandung 100 persen fluorida. Dengan demikian, secara teori, hiu tidak mungkin mengalami gigi berlubang. Untuk bisa mengetahui hal ini, Epple dan tiga koleganya, Joachim Enax, Oleg Prymak, dan Dierk Raabe menggunakan berbagai peralatan teknologi tinggi. Termasuk pemindaian mikrograf elektron untuk melihat gigi dari dua jenis hiu, yakni hiu macan (Galeocerdo cuvier) dan short¬fin mako (Isurus oxyrinchus). Keduanya dipilih karena memiliki perilaku makan yang ber¬beda. Hiu macan memotong daging mangsa, sedangkan shortfin mako lebih sering mero¬beknya. Meski berbeda pola makan, di gigi kedua hiu ditemukan komposisi kimia dan kristal sama. Di bagian luar, gigi hiu mengandung kandungan email yang tinggi. Sedangkan di bagian dalam mengandung materi lunak yang disebut dentin, mengandung lebih banyak protein dan elastis. Yang mengejutkan, hasil perhitungan skala mikro dan nano menyebutkan, gigi hiu tidak lebih keras dari gigi manusia. Gigi manusia bisa meng¬imbangi kekerasan gigi hiu karena mengandung kristal email dan matrik protein. (dedi)***

Pemantik, Sudah Muncul sebelum korek api

TAHUKAH anda bahwa pemantik lebih dulu ditemukan sebelum korek api komersil? Pemantik ditemukan tahun 1816, lebih dikenal dengan nama "Lampu Dobereiner's", sesuai nama penciptanya, Johann Wolfgang Dobereiner. Pemantik ini tidak menggunakan butana atau minyak sebagai bahan bakar, namun menggunakan hidrogen. Perbedaan lain adalah bahwa korek api ini memakai platinum sebagai katalis (digunakan untuk memulai perubahan kimia dari bahan bakar untuk api). Pada tahun 1908, barulah korek api tercipta cukup kecil untuk muat di dalam saku. Batu api yang lebih murah dari pada platinum menggeser posisi pemantik di kalangan menengah kebawah. Dengan kemajuan teknologi, flint menggantikan peran platina sebagai katalis. Pada 1920-an, pemantik masih sedikit mewah bagi kalangan perokok kelas menengah. Ini menjadi kemunduran berat bagi rata-rata pekerja kerah biru yang merokok. Tapi tahun 1930-an, George G. Blaisdell membuat suatu perubahan. Dia meningkatkan ergonomi kasus ringan. ia merancang sebuah kap berlubang untuk sumbu, yang tahan angin ringan. Selain itu, ia memodifikasi ruang bahan bakar menjadi lebih efisien, dan menambahkan tutup flip-top berengsel. Dan Zippo pun memasuki dunia Pemantik/korek gas. Setelah munculnya Zippo, perusahaan sejenis mulai bermunculan. Persaingan ini menyebabkan harga menjadi turun drastis. Bahan bakar yang digunakan di sebagian besar pemantik  pada 1930-an adalah nafta, cairan berminyak yang berasal dari minyak bumi. Teknologi yang digunakan selanjutnya adalah piezoelektrik, yang ditemukan pada awal 1800-an, namun potensinya pertama kali ditemukan pada tahun 1917, oleh ilmuwan Perancis. Ronson digunakan efek piezoelectric yang sama digunakan dalam mesin ini, untuk membuat sebuah alat penyala untuk pemantik  yang mengubah energi menjadi percikan listrik. (dedi)***